Dengan dukungan dana APBN atau dana Operator Investasi Pemerintah (OIP) yang berbunga rendah (sekitar 2%), Bulog dapat menjalankan tugas penyerapan hasil panen secara lebih agresif tanpa terbebani biaya finansial yang tinggi.
Hal ini dianggap lebih efektif dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Langkah ini sedang dikonsultasikan secara intensif dengan Kementerian Keuangan. Pertemuan strategis dijadwalkan untuk memastikan ketersediaan anggaran sebelum musim panen tiba.
Jika skema ini disetujui, Bulog optimis cadangan pangan nasional akan berada pada level yang sangat aman, sekaligus mampu menyejahterakan petani melalui penyerapan komoditas yang optimal.[dit]
