Kasus tertinggi tercatat di Grobogan dengan 658 korban, diikuti oleh wilayah lain seperti Mojokerto dan Semarang. Hal ini memicu kekhawatiran besar mengenai standar keamanan pangan di sekolah.
JPPI menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan memprioritaskan kelangsungan program di atas keselamatan jiwa.
Tanpa adanya evaluasi menyeluruh dan keberpihakan yang nyata terhadap perlindungan anak, risiko serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan mengancam kesehatan generasi muda.[dit]
