Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa proyek energi di Kalimantan Timur tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada tahap konstruksi, proyek ini menyerap sekitar 24 ribu tenaga kerja, mayoritas berasal dari dalam negeri.
Sementara pada fase operasi, kilang Balikpapan diperkirakan akan melibatkan sekitar 2.000 tenaga kerja secara langsung serta menciptakan efek berganda berupa peluang usaha dan lapangan kerja tidak langsung di berbagai sektor pendukung.
“Pengembangan proyek Pertamina tidak hanya berorientasi pada energi, tetapi juga memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat,” kata Baron.
Selain mendorong UMKM, Pertamina juga melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok proyek, mulai dari penyediaan jasa pendukung hingga kebutuhan logistik dan konsumsi selama masa konstruksi dan operasi. Hal ini turut memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur secara keseluruhan.
Dalam pelaksanaan proyek kilang, Pertamina juga menjaga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di kisaran 35 persen sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional, baik sektor manufaktur maupun jasa. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri dalam negeri dan meningkatkan daya saing nasional.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, Pertamina terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong program-program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut dijalankan melalui transformasi bisnis yang berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini usaha dan operasional perusahaan.[zul]
