Lebih lanjut, laporan itu menyebut geng-geng bersenjata tersebut menggunakan nama seperti “Popular Forces” atau “Counterterrorism”, meski aktivitas mereka mencakup pembunuhan terhadap anggota Hamas dan aparat keamanannya.
Israel disebut berharap dapat bekerja sama dengan kelompok bersenjata yang sebelumnya dipimpin Yasser Abu Shabab, yang dikenal merampas bantuan kemanusiaan sebelum membentuk kelompok bersenjata di wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali Israel. Namun, Abu Shabab dilaporkan tewas dibunuh Hamas, dan kepemimpinan kelompok tersebut kini dipegang Ghassan al-Dahini.
Disebutkan pula bahwa pembunuhan pertama dilakukan kelompok Shawqi Abu Nseira terhadap perwira Dinas Keamanan Internal Hamas, Ahmed ZamZam, di Kamp Pengungsi Maghazi, Gaza tengah.
Sementara itu, pada 12 Januari lalu, Kepala Investigasi Hamas Mahmoud al-Astal dilaporkan tewas dalam pembunuhan terencana di Khan Younis yang dilakukan geng pimpinan Housam al-Astal.
Sumber-sumber yang dikutip media tersebut menyebutkan bahwa geng Abu Nseira dan Al-Astal menunjukkan loyalitas yang lebih kuat kepada Israel. Para pelaku dilaporkan menggunakan kamera tubuh dan pistol bersilencer, serta diduga telah menerima pelatihan dan perekrutan dari badan intelijen Israel.[zul
