Oleh: Teuku Zulkifli Usman (Cendekiawan Muslim)
IRAN selalu membalas setiap serangan AS, bahkan sekecil apapun serangan itu dilakukan.
Cara Iran beradaptasi dengan situasi baru saat ini terhitung cepat, masa-masa ceasefire dengan AS terus berlangsung, tapi secara substansial Iran dan AS masih berperang.
AS terus berupaya melakukan serangan untuk menekan Iran ke meja runding negosiasi, tapi nyatanya Iran sama sekali tidak menyerah.
Setiap serangan yang dibalas langsung oleh Iran, telah memperlihatkan wajah perubahan signifikan dalam lanskap Geopolitik di timur tengah dan Asia Barat.
China dan Rusia terus mensupport Iran walaupun tidak secara terang-terangan dan tidak secara langsung dengan bantuan senjata.
Tapi dengan kekalahan AS dalam perang ini, China dan Rusia berpeluang mensupport Iran lebih besar lagi di hari-hari mendatang. Iran adalah Medan konter hegemoni China dan Rusia di timur tengah melawan AS setelah Venezuela tumbang dan Kuba yang terancam.
Trump berharap bisa melakukan deal dengan Iran, bahkan di tahap ekstrem, AS siap mengorbankan Israel demi tercapainya negosiasi dengan Iran.
Tapi Iran tetap bersikukuh bahwa jika Lebanon masih terbakar, Gaza masih terbakar, maka perang dengan AS tidak akan berhenti.
Iran menuntut stop perang di semua front termasuk Gaza dan Lebanon. Jika tidak, maka tidak akan ada stop perang sama sekali dengan AS dan Israel.
