Fokus utama verifikasi saat ini berada di Kabupaten Batang Hari, di mana ribuan sumur tersebut akan dikelola di bawah naungan enam koperasi yang nantinya dipersatukan dalam satu holding (induk) koperasi.
Selain Batang Hari, potensi sumur rakyat juga tersebar di Kabupaten Sarolangun dan Muaro Jambi. Namun, kedua wilayah tersebut masih menunggu kelengkapan legalitas badan hukum. Sarolangun berencana menggunakan skema koperasi dan BUMD, sementara Muaro Jambi akan dikelola melalui Perseroda.
Berdasarkan data akhir 2025, Batang Hari mendominasi dengan lebih dari 9.000 titik, menjadikannya tulang punggung rencana peningkatan produksi ini.[dit]
