Maag Bukan Penghalang: Begini Strategi Menaklukkan Asam Lambung Selama Ramadan
FAKTANASIONAL.NET, LIFESTYLE – Puasa Ramadan sering kali menjadi momen yang mendebarkan bagi penderita asam lambung. Perut kosong dalam durasi lama, pola tidur yang berubah, hingga godaan menu berbuka yang "bar-bar" kerap memicu perih di ulu hati, m…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET, LIFESTYLE – Puasa Ramadan sering kali menjadi momen yang mendebarkan bagi penderita asam lambung. Perut kosong dalam durasi lama, pola tidur yang berubah, hingga godaan menu berbuka yang "bar-bar" kerap memicu perih di ulu hati, mual, hingga kembung.
Namun, mengutip panduan dari Harvard Health Publishing, penderita maag sebenarnya tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman. Kuncinya bukan pada menahan lapar, melainkan pada manajemen pola makan dan pemilihan jenis asupan.
Berikut adalah strategi jitu agar lambung tetap "tenang" sepanjang bulan suci:
Baca Juga: Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda: Antara Hilal Lokal dan Global, Pilih yang Mana?
1. Disiplin Waktu: Pantang Melewatkan Sahur dan Telat Berbuka
Bagi penderita asam lambung, jadwal makan adalah harga mati. Melewatkan sahur atau menunda berbuka akan membuat lambung kosong terlalu lama, yang memicu produksi asam berlebih.
"Sahur berperan penting untuk menjaga energi tubuh sekaligus membantu menstabilkan kondisi lambung," tulis laporan kesehatan tersebut. Berbuka tepat waktu juga sangat krusial untuk mencegah iritasi setelah seharian perut tidak terisi.
2. Kurasi Menu: Hindari "Trio Pemicu" (Pedas, Asam, Berlemak)
Gorengan dan sambal memang menggoda, namun penderita maag harus lebih selektif. Makanan berlemak tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung, yang berujung pada risiko heartburn atau sensasi panas di dada. Pilihlah menu yang ringan dan mudah dicerna agar kerja lambung tidak berat sejak suapan pertama.
3. Stop Minuman Bergas dan Bersoda
Minuman berkarbonasi dan bersoda adalah musuh utama saat perut kosong. Kandungan gasnya memberikan tekanan ekstra pada lambung dan memicu refluks (asam lambung naik ke kerongkongan).
"Jika dikonsumsi saat perut kosong, minuman ini dapat memicu rasa perih, mual, hingga sensasi terbakar di dada," jelas panduan tersebut. Air putih atau minuman hangat tetap menjadi pilihan terbaik dan paling aman.
4. Terapkan Metode "Makan Bertahap"
Sangat tidak disarankan untuk langsung makan besar saat beduk Magrib tiba. Makan dalam porsi besar sekaligus akan meningkatkan tekanan di dalam perut secara mendadak.
Awali dengan takjil ringan, laksanakan salat Magrib, baru kemudian lanjut ke makanan utama. Cara ini memberi waktu bagi lambung untuk "pemanasan" tanpa memicu refluks.
Menjalankan puasa bagi penderita maag adalah tentang membangun kebiasaan yang mendukung sistem pencernaan.
Dengan pengaturan jam tidur yang baik dan pemilihan nutrisi yang tepat, gejala maag bisa diredam sehingga ibadah tetap maksimal tanpa gangguan kesehatan.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik tentang Imlek 2577 Kongzili yang Wajib Anda Tahu
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.