JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah resmi menetapkan awal puasa tahun ini. Melalui Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa umat Muslim di Indonesia akan mulai menjalankan ibadah puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.
Keputusan ini diambil secara mufakat setelah menimbang hasil pemantauan posisi bulan dan data astronomis yang akurat, 17 Februari 2026.
Penetapan ini bukan tanpa dasar yang kuat. Berdasarkan data hisab, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Selasa malam masih berada di bawah ufuk, yakni berkisar pada minus 2 derajat.
Secara teknis, hilal belum menampakkan wujudnya untuk memulai bulan baru dalam kalender Hijriah. Kondisi ini selaras dengan kalender hilal global di Turki yang juga menyatakan Ramadan belum dimulai pada hari Rabu.
Indonesia konsisten menggunakan kriteria MABIMS sebagai standar visibilitas hilal. Syarat utamanya adalah ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan sudut elongasi setidaknya 6,4 derajat. Namun, realitanya sudut elongasi saat ini masih sangat rendah, yakni di bawah 2 derajat.
Karena posisi hilal belum memenuhi syarat fisik maupun perhitungan matematis, maka bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga 1 Ramadan jatuh pada hari Kamis.
Momen ini menjadi pengingat bagi kita untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual. Dengan pengumuman resmi ini, masyarakat kini memiliki kepastian untuk menyusun agenda ibadah dan silaturahmi bersama keluarga di bulan suci yang penuh berkah.[dit]
