Fakta Nasional

Sinergi Kemenpora dan KONI: PON 2028 NTB-NTT Fokus pada Prestasi Olimpiade dan Pemersatu Bangsa

FAKTANASIONAL.NET, OLAHRAGA – Persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai memasuki babak strategis. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menggelar pertemuan khusus guna memata…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 21 February 2026 📖 2 menit
Sinergi Kemenpora dan KONI: PON 2028 NTB-NTT Fokus pada Prestasi Olimpiade dan Pemersatu Bangsa
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (kiri) bersama Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman (kanan). (Dok. faktakalsel.id)
) -->

FAKTANASIONAL.NET, OLAHRAGA – Persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai memasuki babak strategis.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menggelar pertemuan khusus guna mematangkan visi penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di tanah air tersebut.

PON 2028 yang akan dihelat di dua provinsi tuan rumah, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), diproyeksikan tidak hanya sebagai pesta olahraga, tetapi juga sebagai pilar persatuan nasional.

Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa PON harus menjadi wadah bagi atlet-atlet terbaik dari seluruh penjuru nusantara untuk bersatu dan menunjukkan performa maksimal.

Harapannya, jebolan PON 2028 mampu berbicara banyak di level internasional seperti SEA Games dan Asian Games.

Baca Juga: Milano Cortina 2026: Rekor Sejarah Italia Terpecahkan di Tengah Dominasi Norwegia

Melalui unggahan di akun media sosial resminya pada Kamis (19/2/2026), Erick menyampaikan pesan kuat mengenai filosofi ajang ini:

“Kami dari Kemenpora ingin memastikan PON 2028 menjadi ajang pemersatu bangsa lewat atlet-atlet yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia,” tulis Erick Thohir.

Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, PON 2028 akan menerapkan seleksi ketat terhadap cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

Pemerintah dan KONI sepakat memberikan prioritas utama pada cabor yang masuk dalam kategori Olimpiade. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan target prestasi Indonesia di kancah dunia.

Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, menjelaskan bahwa standarisasi atlet akan ditingkatkan guna menjaga kualitas kompetisi.

Meski jumlah cabor di PON akan lebih ramping, KONI telah menyiapkan wadah alternatif bagi cabang olahraga non-olimpiade melalui berbagai ajang nasional baru, seperti:

  • Pekan Olahraga Bela Diri Nasional (IMAG)

  • Pekan Olahraga Pantai Nasional

  • Pekan Olahraga Indoor

  • PON Remaja

Ajang-ajang terobosan ini rencananya akan diselenggarakan secara bergilir di berbagai kabupaten/kota setiap dua tahun sekali.

Selain aspek prestasi, pelaksanaan PON 2028 ditargetkan menjadi mesin penggerak ekonomi bagi tuan rumah.

Sektor pariwisata serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di NTB dan NTT diharapkan mendapat dampak positif langsung dari kedatangan ribuan atlet, ofisial, dan penonton.

Dengan kolaborasi yang kuat antara Kemenpora dan KONI, PON 2028 diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam manajemen olahraga nasional yang lebih profesional dan berorientasi pada prestasi dunia.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto dan Cucu Megawati Tinjau Produk Kreatif di Soekarno Run 2026


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK