3. Pelepas Dahaga yang Berisiko: Kopi dan Soda
Es kopi susu kekinian atau minuman berkarbonasi sering dipilih untuk membasuh tenggorokan saat azan Magrib. Padahal, kafein pada kopi (dan teh pekat) serta gas pada soda dapat melemahkan otot sfingter esofagus (katup antara kerongkongan dan lambung).
Akibatnya, gas menumpuk di perut dan menyebabkan rasa kembung serta perih.
4. Buah-Buahan Sitrus (Asam)
Meski segar, hindari berbuka dengan buah yang memiliki tingkat keasaman tinggi seperti jeruk nipis, lemon, nanas, atau tomat. Tingkat pH yang rendah pada buah-buahan ini dapat langsung memicu iritasi pada lapisan lambung.
Anda dapat memilih kurma, pisang, pepaya, atau melon yang teksturnya lembut dan sifatnya basa sebagai menu bukber.
5. Cokelat dan Peppermint
Dua bahan ini sering ditemukan dalam menu pencuci mulut (dessert). Cokelat mengandung senyawa methylxanthine yang secara alami dapat mengendurkan katup lambung. Begitu pula dengan sensasi dingin dari peppermint yang bagi sebagian penderita GERD justru memicu naiknya asam lambung.
Baca Juga: Maag Bukan Penghalang: Begini Strategi Menaklukkan Asam Lambung Selama Ramadan
