JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan kembali memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pasar keuangan melalui skema debt switch atau pertukaran Surat Berharga Negara (SBN).
Pada tahun 2026 ini, transaksi pertukaran tersebut direncanakan menyasar SBN yang jatuh tempo dengan total nilai mencapai Rp173,4 triliun.
Langkah ini diambil sebagai strategi proaktif untuk mengelola profil jatuh tempo utang negara agar tidak menumpuk di satu waktu tertentu, dilansir pada 22 Februari 2026.
Skema debt switch ini dilakukan melalui mekanisme bilateral di pasar sekunder, di mana BI akan membeli SBN dari pelaku pasar sebelum tanggal jatuh tempo.
