FAKTANASIONAL.NET, INTERNASIONAL – Somaliland meluncurkan manuver diplomasi agresif untuk keluar dari isolasi internasional. Wilayah yang memisahkan diri dari Somalia sejak 1991 ini secara terbuka menawarkan akses eksklusif terhadap kekayaan mineral kritis serta pangkalan militer kepada Amerika Serikat sebagai imbalan atas pengakuan diplomatik resmi.
Langkah ini dipandang sebagai upaya Hargeisa untuk memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi kepentingan geopolitik Amerika, terutama di wilayah pintu masuk Laut Merah yang kini menjadi titik panas keamanan dunia.
Akses Eksklusif bagi Kepentingan Geopolitik AS
Menteri Kepresidenan Somaliland, Khadar Hussein Abdi, menegaskan kesiapan pihaknya untuk membuka pintu bagi industri dan militer Amerika Serikat. Hal ini disampaikan dalam upaya lobi intensif agar Washington mengubah kebijakan luar negerinya terhadap wilayah Tanduk Afrika.
“Kami bersedia memberikan akses eksklusif (ke mineral kami) kepada Amerika Serikat. Selain itu, kami terbuka untuk menawarkan pangkalan militer kepada Amerika Serikat,” ujar Khadar Hussein Abdi dalam pernyataan resmi yang dikutip pada Minggu, 22 Februari 2026.
Komunikasi Aktif dengan Pentagon
Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, sebelumnya mengungkapkan bahwa lobi tersebut sudah masuk ke level teknis di Departemen Pertahanan AS. Fokus kemitraan yang ditawarkan mencakup sektor ekonomi, keamanan, hingga penanggulangan terorisme di kawasan.
