Ketidaksesuaian ini memicu kekhawatiran wali murid bahwa bantuan gizi bagi anak-anak mereka dipangkas di tengah jalan.
Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan audit dan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi MBG.
Transparansi dari pihak penyedia sangat dinantikan guna menjawab keresahan wali murid dan memastikan bantuan pemerintah ini benar-benar sampai ke tangan siswa sesuai standar gizi yang telah ditetapkan, tanpa ada pengurangan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.
Baca Juga: Volume Sampah Organik di Jateng Meningkat Akibat Program MBG
