JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET –Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta mengecam keras adanya arogansi oknum TNI kepada rakyat sipil.
Ketua DPD GMNI Jakarta, Deodatus Sunda Se mengatakan, banyak terjadi kasus kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oknum aparat TNI, sehingga memaksa GMNI membuat pernyataan sikap resmi.
“Fokus utama sorotan tertuju pada dugaan tindakan represif yang terjadi di wilayah hukum Kodim 0510/Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang belakangan ini viral di media sosial,” kata Deodatus.
Darurat Arogansi Aparat: Kasus Tigaraksa dan Ketidakadilan Hukum
Ketua DPD GMNI Jakarta, Deodatus Sunda Se alias Bung Dendy menegaskan, tindakan oknum di bawah komando Korem 052/Wijayakrama (Kodam Jaya) tersebut telah mencoreng citra institusi TNI sebagai pelindung rakyat.
GMNI menilai ada kecenderungan penggunaan kekuatan militer untuk kepentingan intimidasi ruang publik.
”Kami memantau peristiwa di Tigaraksa sebagai puncak gunung es dari lemahnya pengawasan internal. TNI dibayar oleh pajak rakyat untuk menjaga kedaulatan dari ancaman musuh, bukan untuk pamer senjata atau kekuatan di depan warga yang tidak bersenjata,” tegas Deodatus dalam keterangan tertulisnya.
Vonis Ringan: Penghinaan Terhadap Nyawa Manusia
GMNI Jakarta juga memberikan catatan merah terhadap sistem peradilan militer yang dinilai sering memberikan impunitas.
