“Kami terus berkoordinasi secara intensif baik dengan FPTI, Kemenpora maupun federasi nasional berbagai cabor, karena kami tak kenal kompromi dalam menghadapi kasus dugaan kekerasan seksual seperti ini,” ujar Okto.
Sosialisasi ke Seluruh Federasi Cabang Olahraga
Selain mengawal kasus spesifik di panjat tebing, NOC Indonesia juga telah menyurati seluruh federasi nasional anggota untuk memperketat pengawasan. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif agar kasus serupa tidak terulang di cabang olahraga lain.
Sistem pencegahan, edukasi, serta mekanisme pelaporan yang aman kini menjadi prioritas utama bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga di bawah koordinasi Kemenpora dan NOC Indonesia.
“Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memperkuat sistem pencegahan, edukasi, serta mekanisme pelaporan yang aman dan terpercaya,” pungkasnya.
Baca Juga: Sinergi Kemenpora dan KONI: PON 2028 NTB-NTT Fokus pada Prestasi Olimpiade dan Pemersatu Bangsa
