FAKTANASIONAL.NET – Saham perusahaan barang mewah asal Prancis, Hermes, mengalami penurunan tajam hingga 6,2 persen pada penutupan perdagangan bursa Eropa, Senin (22/6/2026).
Pelemahan tersebut menjadi yang terbesar sejak pertengahan April lalu dan dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan margin keuntungan perusahaan pada laporan keuangan semester pertama tahun ini.
Menurut laporan yang dikutip dari berbagai sumber pasar keuangan internasional, Hermes dijadwalkan mengumumkan kinerja semester pertama 2026 pada 29 Juli mendatang sebelum pasar dibuka.
Menjelang publikasi laporan tersebut, sejumlah analis mulai merevisi proyeksi mereka terkait profitabilitas perusahaan.
Analis Kepler Cheuvreux, Charles-Louis Scotti, menilai hasil keuangan Hermes kemungkinan menunjukkan gambaran yang beragam.
Di satu sisi, pertumbuhan penjualan diperkirakan mengalami perbaikan secara bertahap. Namun di sisi lain, margin laba operasional diprediksi turun sekitar 100 basis poin atau setara satu poin persentase.
Scotti menjelaskan bahwa penyusutan margin dipengaruhi oleh biaya tetap yang belum terserap secara optimal serta tekanan dari pergerakan nilai tukar mata uang asing.
