FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Indonesia mulai memetakan risiko terhadap jalur transportasi dan perdagangan global menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Gangguan pada simpul transit internasional tersebut dikhawatirkan akan menghambat mobilitas penumpang serta distribusi barang antara Asia dan Eropa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti posisi strategis wilayah Timur Tengah sebagai hub penerbangan dunia yang kini mulai terdampak secara operasional.
“Bayangkan di Timur Tengah, Dubai, Qatar, Doha tidak terbang. Padahal satu tahun mereka 90 juta orang yang transit, jadi sangat berpengaruh baik yang ke Eropa maupun ke Asia,” kata Airlangga di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Gangguan Jalur Pelayaran dan Ketidakpastian Geopolitik
Selain sektor udara, pemerintah juga mencermati stabilitas jalur pelayaran internasional. Ketegangan bersenjata di wilayah tersebut mulai memengaruhi kelancaran lalu lintas kapal kargo yang menjadi tulang punggung perdagangan global.
