Konsorsium Perguruan Tinggi Bali
Menghadapi tantangan bonus demografi di mana 68,95% penduduk berada pada usia produktif, Fauzan mengusulkan langkah konkret berupa pembentukan konsorsium perguruan tinggi di Bali.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi mesin pemecah masalah bagi isu-isu krusial di daerah.
“Harus ada kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri, dan masyarakat,” tegas Fauzan. Ia mencontohkan persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga pembangunan sosial sebagai agenda utama yang harus dijawab oleh konsorsium tersebut.
Komitmen Unmas Denpasar
Merespons arahan tersebut, Rektor Unmas, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, menyatakan bahwa tema Dies Natalis tahun ini adalah komitmen nyata untuk menyelaraskan kualitas akademik dengan kebutuhan dunia kerja.
Unmas sendiri telah melakukan penguatan kepemimpinan pada bidang guru besar, teknologi informasi, hingga hukum.
“Unmas memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan masyarakat,” ungkap I Ketut Sukewati.
Kemdiktisaintek menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kampus agar lebih relevan dengan kebutuhan daerah.
Melalui riset yang solutif dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak menuju visi Indonesia Emas 2045.
