Hadapi Ancaman ‘Menua Sebelum Sejahtera’, Pemerintah Gandeng Kampus Perkuat Ketahanan Demografi

/dok. Kemendiktisaintek

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) resmi mengukuhkan Pengurus Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) di Universitas Udayana, Kamis (23/4/2026).

Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk menjawab tantangan mismatch tenaga kerja dan risiko kegagalan pemanfaatan bonus demografi.

Persoalan ‘Mismatch’ Lulusan dan Dunia Kerja

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt. Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyoroti adanya jarak yang lebar antara kualitas lulusan perguruan tinggi dengan standar yang dibutuhkan oleh sektor industri.

Menurutnya, perguruan tinggi harus melakukan perombakan orientasi agar tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi menjawab kebutuhan pasar.

Missmatch antara lulusan dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan. Kolaborasi dengan industri dan penyesuaian program studi adalah kunci untuk menjawab hal tersebut,” ujar Badri Munir Sukoco.

Ia menambahkan bahwa peran kampus sangat vital karena menjadi institusi yang menampung angkatan produktif Indonesia.

Jika gagal dikelola, ledakan jumlah penduduk usia produktif ini justru akan menjadi masalah sosial di masa depan.

“Kampus adalah rumah bagi generasi emas 2045. Bonus demografi harus kita jadikan lompatan kemajuan, bukan beban sejarah,” tegas Badri.

Risiko Menua Sebelum Sejahtera

Di sisi lain, Sekretaris Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, memberikan peringatan keras mengenai batasan waktu yang dimiliki Indonesia dalam memanfaatkan struktur penduduk saat ini.

Ia menekankan bahwa efektivitas kebijakan dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan nasib Indonesia di tahun 2045.

Exit mobile version