JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Aliansi Para Pemuda Tanpa Perang (No War Youth Alliances) melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Jakarta pada Kamis (23/4/2026).
Aliansi ini mencakup: DPD GMNI DKI Jakarta, PMKRI Jakarta Selatan, PMKRI Jakarta Timur, dan HMI Jakpustara.
Para aktivis dalam Aliansi Para Pemuda Tanpa Perang merupakan suatu aksi yang bersifat inklusif, terbuka pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan kaum progresif; serta meretas sekat-sekat primordialisme, ideologi, dan agama demi perdamaian abadi.
“Semua multiplisitas gerakan ini diikat oleh kehendak baik untuk melawan segala macam bentuk perang yang hanya akan menyengsarakan warga sipil, memperbesar ketidakadilan antar bangsa, dan mengancam perdamaian dunia,” kata Koordinator Aksi, Arief Dendy dalam pernyataan sikap, Kamis, 23 April 2026.
Para aktivis muda memahami dunia kontemporer tengah memasuki suatu dekadensi sejarah kemanusiaan, suatu masa yang disebut Hardt and Mezzadra sebagai “Rezim Perang Global” (Newleftreview, 9 Mei 2024).
Ini merupakan suatu rezim di mana pemerintahan dan administrasi militer saling berjejalin rapat dengan struktur kapitalisme global, demi penguasaan jalur logistik, rantai pasok, energi, dan infrastruktur.
“Di sini rezim Trump menampilkan wajah paling kentara dari rezim perang global. Kekuatan multipolar hadir secara semu dan sekadar sebagai instrumen untuk membangun neo-imperialisme global,” tandas Arief Dendy.
Di sisi lain, para pemuda menyaksikan dua minggu terakhir ketegangan antara Paus Leo XIV dan rezim Trump.
