FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas ke titik didih. Israel baru saja meluncurkan gelombang serangan besar-besaran di Lebanon yang menewaskan sedikitnya 182 orang dilansir dari BBC pada 9 April 2026.
Tragedi berdarah ini tidak hanya memicu serangan roket balasan dari Hizbullah ke wilayah Israel, tetapi juga mengancam kelangsungan gencatan senjata bersyarat dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini langsung memicu kepanikan global akan potensi perang terbuka yang lebih luas.
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) jelas tidak tinggal diam. Mereka melontarkan peringatan keras akan memberikan “respons yang menimbulkan penyesalan” jika Israel nekat meneruskan agresi ke Lebanon.
Di sisi lain, AS dan Israel justru berdalih bahwa Lebanon sama sekali tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata.
Perbedaan pandangan ini semakin meruncing. Ketua parlemen Iran secara terang-terangan menyebut tiga klausul gencatan senjata telah dilanggar.
