Keberanian Paus dalam mengkritik politik perang Trump sejatinya menyuarakan harapan dan penderitaan, sukacita dan penderitaan kemanusiaan.
“Kami bersolidaritas pada setiap seruan perdamaian Paus Leo XIV bersama para pemimpin spiritual lainnya, yang menjadi kompas moral bagi kita untuk menyerukan jalan dialog daripada perang; solidaritas antar bangsa, alih-alih dominasi dan eksploitasi,” jelas Arief Dendy.
Oleh karena itu, dalam aksi damai ini, No War Youth Alliances bermaksud menyerukan suara nurani kemanusiaan sebagai berikut:
1. Menggalang solidaritas bersama masyarakat sipil Amerika Serikat untuk melawan kebijakan politik perang Trump yang tidak akan menghasilkan kemenangan apa pun kecuali penderitaan dan penghinaan pada martabat manusia.
2. Memperluas solidaritas para pemuda di kawasan Global South untuk menyerukan jalan perdamaian dalam hubungan antar bangsa serta menyerukan penghentian penggunaan senjata dan kekerasan, yang hanya mengabdi pada kepentingan nasionalisme sempit dan buta pada keadilan antar generasi.
3. Mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar secara lebih tegas dan aktif di forum-forum internasional untuk menolak segala bentuk penjajahan, menyerukan perlindungan segenap bangsa serta perdamaian abadi sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.
4. Bersama Paus Leo XIV dan para pemimpin spiritual lainnya mengajak dan mendorong setiap asosiasi keagamaan di Republik tercinta ini agar secara publik dan konsisten mengkritisi setiap bentuk politik komodifikasi perang antar bangsa, serta menyuarakan jalan dialog serta perdamaian demi kesejahteraan bersama umat manusia.
Si vis pacem, para dialogum!
