Jenderal Sigit mengapresiasi langkah PB SEMMI yang terus aktif membangun ruang dialog dan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, serta pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
“Mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kekuatan moral bangsa. Kolaborasi antara pemuda, masyarakat, dan institusi negara menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta mendorong kemajuan Indonesia,” ungkap Jenderal Listyo Sigit.
Jenderal Listyo Sigit menyampaikan bahwa tugas dan peran Polri adalah bertanggungjawab dalam bidang Kamtibmas, penegakan hukum, dan pelayanan keamanan sebagaimana amanat dari Ud 1945, amanat reformasi, serta UU No.2/2002 tentang Kepolisian RI.
“Dalam hal ini, Polri menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan Sarikat Islam dan SEMMI yang mendorong proses berjalannya reformasi. Sebab Polri adalah anak kandung reformasi,” tegas Jenderal Listyo Sigit.
Lebih dari itu, Jenderal Listyo Sigit menyinggung peran penting generasi muda Indonesia dalam menata masa depan bangsa menuju Indoensia Emas 2045.
“Kita masih punya PR bonus demografi. Jangan sampai momentum ini lewat, agar anak-anak muda saat ini sebagai calon pemimpin masa depan bangsa bisa membawa negara kita dari berkembang menjadi negara maju. Persiapkan diri menuju Indoensia Emas 2045,” ungkap Jenderal Sigit.
Tak ketinggalan, tokoh senior Sarikat Islam Hamdan Zoelva mengatakan, kegiatan konsolidasi nasional hari ini adalah tahapan dan persiapan menuju Kongres ke-9 SEMMI 2026, dengan harapan nantinya Kongres SEMMI berjalan dengan baik.
Adapun menyangkut kondisi nasional, SEMMI mengambil sikap untuk ikut proaktif menjaga keselamatan bangsa, sebagaimana perjuangan sejak awal lahirnya SI untuk bangsa dan negara.
“Saat menghadapi situasi dan kesulitan apa pun, SEMMI berdiri di depan menjaga keselamatan bangsa dan negara. Dan bangsa yang besar adalah yang bisa menjaga kekompakan di tengah kesulitan,” ungkap Hamdan Zoelva.
