FAKTANASIONAL.NET – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp135,7 triliun pada akhir Februari 2026.
Angka ini setara dengan 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Kondisi fiskal di awal tahun ini dipicu oleh akselerasi belanja negara yang melampaui pertumbuhan pendapatan negara dalam periode yang sama.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merinci bahwa belanja negara hingga bulan kedua tahun ini telah menembus Rp493,8 triliun.
Angka tersebut mencapai 12,8 persen dari outlook tahun 2026, atau melonjak signifikan dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp348,1 triliun.
Pendapatan Negara Terakselerasi
Baca Juga: Empat Opsi Kebijakan Pemerintah Agar APBN Tetap Terlihat Aman
Di sisi lain, pendapatan negara hingga Februari 2026 tercatat mencapai Rp358,0 triliun. Realisasi ini setara dengan 11,4 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2026.
Meski defisit, sektor pendapatan menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan perolehan tahun lalu yang berada di angka Rp317,4 triliun.
Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa defisit ini merupakan bagian dari strategi pemerintah agar stimulus fiskal dapat dirasakan lebih awal oleh masyarakat dan sektor usaha.
