FAKTANASIONAL.NET – Duka kembali menyelimuti kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.
Pada Minggu (8/3/2026), gunungan sampah setinggi kurang lebih 50 meter di zona pengolahan dilaporkan longsor, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit atas kerentanan stabilitas tumpukan sampah di lahan seluas 104,7 hektare tersebut, yang kapasitasnya terus ditekan oleh volume limbah warga Jakarta yang tak kunjung surut.
Sejarah Kelam yang Terus Terulang
Insiden mematikan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di fasilitas milik Pemprov DKI Jakarta tersebut. Catatan sejarah menunjukkan rentetan peristiwa serupa yang kerap memakan korban jiwa:
-
Tahun 2003: Longsor besar sempat menimpa permukiman warga di sekitar lokasi.
-
Tahun 2006: Runtuhnya Zona 3 menimbun puluhan pemulung dan mengakibatkan tiga orang tewas.
-
Akhir 2025: Tumpukan sampah menyeret tiga unit truk pengangkut hingga terperosok ke aliran sungai, meski beruntung tidak ada korban jiwa saat itu.
Kecelakaan terbaru di awal Maret 2026 ini menunjukkan bahwa risiko keselamatan di kawasan tersebut kian meningkat seiring dengan bertambahnya ketinggian gunungan sampah yang kini mencapai puluhan meter.
