Fi tengah kekacauan ini, Jerman melalui Kanselir Friedrich Merz memilih untuk menjaga jarak dan menegaskan bahwa perang ini berada di luar mandat utama NATO, sebuah posisi yang sangat bertolak belakang dengan tuntutan keras dari Washington.
Pertanyaan terbesar muncul dari Gedung Putih mengenai siapa yang sebenarnya memimpin Iran saat ini. Trump mengeklaim bahwa hampir seluruh petinggi Iran sudah “hilang” atau tewas.
Ketidakpastian mengenai keberadaan Mojtaba Khamenei, suksesor kepemimpinan tertinggi, menciptakan vakum kekuasaan yang berbahaya.
Trump mengeluhkan kesulitan melakukan negosiasi karena ia tidak mengenali sisa-sisa birokrasi yang ada. Kondisi ini membuat masa depan stabilitas global berada di titik nadir, dengan rute pengiriman minyak internasional yang kini berada dalam bahaya permanen jika pengamanan kolektif tidak segera dibentuk.[dit]
