Konflik antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat diprediksi akan menekan pertumbuhan ekonomi global hingga melambat ke angka 3,1 persen.
Selain itu, kenaikan defisit fiskal Amerika Serikat untuk membiayai perang turut melambungkan yield US Treasury, yang pada gilirannya menekan pasar keuangan negara berkembang.
BI menegaskan akan terus memantau dinamika ini untuk memastikan stabilitas moneter dalam negeri tetap terjaga.[dit]
