Otoritas terkait menyatakan bahwa operasi ini dilakukan untuk menutup lingkaran intelijen terhadap pejabat senior tanpa perlu persetujuan tambahan di setiap langkahnya.
Kabar ini menuai reaksi beragam dari warga di Teheran. Sebagian masyarakat merasa bahwa hilangnya tokoh kunci intelijen mungkin akan mengubah peta kekuatan dalam negeri, terutama terkait penanganan aksi protes.
Meski pemerintah Iran menegaskan bahwa perjuangan akan tetap berlanjut, kematian Khatib dianggap sebagai pukulan telak bagi stabilitas internal rezim di tengah gempuran serangan eksternal yang masif.[dit]
