FAKTANASIONAL.NET – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Jumat hingga Senin dini hari (23/3/2026) memicu bencana banjir besar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya 10 desa terendam, menyebabkan ribuan warga terisolasi dan infrastruktur vital mengalami kerusakan serius.
Dampak Kerusakan dan Akses Terputus
Kerusakan infrastruktur menjadi kendala utama dalam penanganan bencana kali ini. Salah satu titik paling parah dilaporkan berada di jalur penghubung antarwilayah yang kini tidak dapat dilalui kendaraan.
“Salah satu titik terdampak paling signifikan berada di crossway Kali Lowo Regi, Desa Masebewa, yang mengalami kerusakan hingga menyebabkan akses jalan terputus,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).
Kondisi tersebut, lanjut Abdul Muhari, menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik antarwilayah. Selain jalan yang terputus, tercatat ada empat titik akses jalan lainnya yang mengalami kerusakan berupa lubang cukup dalam.
Ribuan Jiwa Terdampak
Berdasarkan data terkini, banjir telah merendam ribuan rumah warga. Banyak warga yang terpaksa bertaruh nyawa demi mendapatkan kebutuhan pokok.
