Daerah  

Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang

Helikopter penyelamat melakukan manuver penyiraman udara untuk memadamkan titik api di kawasan tempat pembuangan akhir. (Dok. BNPB)

FAKTANASIONAL,NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan armada udara berupa helikopter water bombing untuk menanggulangi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Jatiwaringin pada Kamis (9/7/2026).

Tiga helikopter water bombing tersebut secara bergantian menjatuhkan ratusan ribu liter air langsung ke atas titik api yang membakar hamparan lahan seluas 15 hektare.

Helikopter jenis Mi-8AMT tercatat melakukan 45 kali penjatuhan air dengan total volume mencapai 180 ribu liter selama hampir empat jam mengudara.

Armada udara Sikorsky UH60L menjadi unit yang paling banyak beroperasi dengan catatan 88 kali penjatuhan air berkapasitas 352 ribu liter ke pusat api.

Sementara itu satu unit helikopter Sikorsky UH60A terpaksa kembali ke pangkalan lebih awal karena mengalami kendala teknis pada kantong air pengangkutnya.

Penggunaan helikopter water bombing ini dilakukan sebagai langkah taktis untuk mengurai titik api di tengah sulitnya akses armada darat menuju puncak tumpukan sampah.

Operasi rekayasa curah hujan melalui modifikasi cuaca belum dapat dilaksanakan karena tidak ditemukan adanya pertumbuhan awan potensial di atas kawasan pembuangan tersebut.

Selain memberikan bantuan dukungan udara pemerintah pusat juga menyalurkan 500 liter cairan kimia racun api untuk memaksimalkan operasi darat.

Puluhan gulung selang air beserta unit pompa portabel dan puluhan radio komunikasi darurat juga diserahkan kepada tim pemadam gabungan di lapangan.

Petugas di jalur darat turut memaksimalkan belasan alat berat ekskavator untuk membongkar gunungan material agar pasokan air pengeboman dapat meresap hingga ke dasar tumpukan.

Tim darat menggunakan teknik khusus dalam menyisir titik panas dengan memanfaatkan campuran bahan kimia serta memasang jaringan pipa baru dari sumber air terdekat.

Kolaborasi apik antara manuver helikopter water bombing dan pasukan darat ini terbukti sukses mempercepat penghentian penyebaran api yang sebelumnya sempat meluas.

Saat ini seluruh tim gabungan tetap bersiaga penuh di lokasi guna melakukan pendinginan total demi mencegah munculnya percikan api baru.

(*Red)

Exit mobile version