FAKTANASIONAL.NET – Di tengah bayang-bayang ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah, Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia mendesak Pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis.
Mereka mengusulkan pengalihan sebagian anggaran subsidi BBM menjadi subsidi pembelian serta program trade-in (tukar tambah) motor listrik (molis) khusus bagi pengemudi ojek online (ojol).
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyoroti bahwa konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel mengancam pasokan energi global.
Kondisi ini dinilai dapat berdampak langsung pada ekonomi domestik Indonesia yang masih bergantung pada impor BBM.
Mitigasi Disrupsi Ekonomi Nasional
Igun menegaskan bahwa ketergantungan pada bahan bakar fosil di tengah situasi perang dapat memicu krisis yang serius.
“Ancaman krisis energi BBM ini berpotensi menimbulkan disrupsi ekonomi nasional,” ujar Igun pada Selasa (24/3/2026).
Sebagai solusi, ia mendorong pemerintah untuk melakukan kajian mendalam terkait pengalihan beban subsidi. Menurutnya, daripada terus membakar anggaran untuk BBM yang harganya fluktuatif, lebih baik dialokasikan untuk mempercepat transisi ke energi listrik.
“Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia secara tegas mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan kajian komprehensif mengenai pengalihan sebagian subsidi BBM menjadi subsidi pembelian sepeda motor listrik bagi pengemudi ojek daring,” tuturnya.
Skema Pembiayaan dan Dampak Sektor UMKM
Usulan ini tidak hanya berhenti pada subsidi pembelian, tetapi juga mencakup penyediaan fasilitas pembiayaan yang terjangkau bagi para pengemudi. Hal ini krusial mengingat ojol merupakan tulang punggung distribusi logistik skala kecil.
