Ancaman ‘Godzilla El Nino’ April 2026: BRIN dan BMKG Ingatkan Potensi Kemarau Ekstrem di Indonesia

/(ilustrasi/@pixabay)
  • Mei 2026: Meningkat menjadi 184 ZOM (26,3%).

  • Juni 2026: Bertambah lagi 163 ZOM (23,3%).

Secara statistik, hampir separuh wilayah Indonesia (46,5%) diprediksi akan mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat dibandingkan kondisi normalnya.

Proyeksi Puncak Kekeringan

BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau di Indonesia umumnya akan terjadi pada Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau 61,4 persen wilayah tanah air.

Namun, masyarakat di sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah, dan Papua bagian barat diminta waspada lebih awal karena puncak kekeringan di sana diprediksi terjadi pada Juli.

Pada periode Agustus, kondisi kering ekstrem akan meluas ke Sumatra bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian besar Sulawesi.

Sementara itu, wilayah seperti Lampung, NTT, dan Maluku Utara diperkirakan baru akan mencapai puncak kemaraunya pada September 2026.

Pemerintah dan sektor pertanian diharapkan segera melakukan langkah mitigasi, terutama dalam manajemen cadangan air dan pola tanam, guna menghadapi dampak “Godzilla El Nino” yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional tahun ini.

Exit mobile version