“Kegiatan bersih-bersih pascalibur Lebaran ini berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah besar hingga hampir satu truk. Kebanyakan sampah rumah tangga,” jelas Iwan.
Petugas menduga aksi ini dilakukan secara sengaja menggunakan kendaraan roda empat pada waktu malam hingga menjelang subuh.
“Diduga ada warga yang menggunakan mobil untuk membuang sampah tersebut pada malam hingga dini hari. Bahkan sebelumnya ditemukan hingga 10 karung, namun dua di antaranya sudah hanyut karena dibuang ke sungai,” tambahnya.
Ancaman bagi Sungai Cikapundung dan Citarum
Praktik pembuangan sampah liar ini tidak hanya merusak estetika Lembang sebagai kawasan wisata, tetapi juga mengancam aliran sungai.
Lokasi pembuangan ilegal tersebut berada di sekitar aliran Sungai Cikapundung yang bermuara langsung ke Sungai Citarum.
Iwan menyoroti beberapa titik krusial yang kerap menjadi sasaran empuk para pembuang sampah ilegal karena lokasinya yang sepi.
“Area jembatan sering dijadikan lokasi pembuangan sampah ilegal. Selain itu, kawasan sekitar Alam Sejuk juga menjadi titik rawan karena sering ditemukan kantong plastik yang sengaja ditinggalkan di pinggir jalan,” pungkasnya.
Melalui kombinasi pengawasan CCTV dan sanksi sosial, Satgas berharap dapat menekan praktik ilegal ini demi menjaga kelestarian lingkungan di wilayah hulu.
