FAKTANASIONAL.NET – Imbas dari melonjaknya harga minyak mentah dunia yang menembus 100 Dolar AS per barel mulai berdampak ke kantong konsumen di Indonesia.
Pemerintah melalui badan usaha terkait mulai melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi secara bertahap guna merespons dinamika pasar internasional yang kian memanas akibat konflik geopolitik.
Ekonom Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, menyebutkan pada Senin, 30 Maret 2026, bahwa kenaikan ini adalah konsekuensi logis dari skema harga pasar.
