Dukungan 11 Ribu Trilyun Persen kepada Pak JK yang akan Melaporkan si Omon soal “Tuduhan Dana 5 Milyar” di Kasus Ijazah Palsu JkW

Dukungan 11 Ribu Trilyun Persen kepada Pak JK yang akan Melaporkan si Omon soal "Tuduhan Dana 5 Milyar" di Kasus Ijazah Palsu JkW/(tiktok)

FAKTANASIONAL.NET – Meski dalam analisis sebelumnya saya pastikan bahwa “statemen si Omon (?)” soal Aliran Dana Milyaran di Kasus Ijazah 99,9% Palsu JkW itu hanyalah HoaX hasil karya dari AI (Artifisial Intelligent / Akal Imitasi) alias Palsu belaka, namun karena statemen tersebut tidak tampak segera berusaha diralat atau dikoreksi langsung oleh si Omon, maka sama saja dia membuat pembiaran selama ini karena baru diklarifikasi kemarin (Jumat, 03/04/2026).

HoaX “Milyaran Rupiah” yang salahsatunya menyebut Pak JK (selain mencatut juga nama Ketua DPR mbak Puan, Menko AHY, Prof MMD, Ketua DEN LBP, IB HRS, bahkan beberapa Presenter TV mainstream selaku seolah-olah presenternya) memang pertamakali ditayangkan melalui Kanal YouTube DIBIKIN CHANNEL dan Alhamdulillahnya sudah ditutup beberapa hari lalu akibat banyak dilaporkan / di-strike akibat kelakuan buruknya menebarkan kabar bohong selama ini sejak tahun 2019 silam.

Masalahnya kelakuan dari kanal YouTube DIBIKIN CHANNEL ini tampak sengaja diAmplifikasi / diGlorifikasi oleh Gerombolan YouTuber bernama CEBOKER NUSANTARA yang dironisnya disupport langsung oleh Bekas Presiden saat Ulangtahunnya yang pertama Sabtu kemarin di Hotel Sunan Solo, 04/04/2026. Bahkan secara terang-terangan JkW memberikan support kepada Gerombolan tersebut untuk (sekali-sekali) boleh “berulah”, sangat membagongkan.

Oleh sebab itu perilaku liar dan kampungan dari Gerombolan Youtuber CEBOKER NUSANTARA dibawah pimpinan si AF dengan anggotanya antara lain BB, BYTN, BM, OP, JS, ARM, VH, ditambah DAJ, Mtv dsb tampak makin tidak mencerminkan etika apalagi kesopanan samasekali, padahal mereka sok menggunakan slogan “Anti HoaX” (padahal malah jelas-jelas menebar HoaX, Hate speech, DFK dsb) kepada masyarakat. Mana KomDigi dan CyberPatrol Kepolisian dalam hal ini? Mengapa Gerombolan ini dibiarkan merajalela? TerWelu.

Exit mobile version