
FAKTA GRUP– Jajaran petinggi pertahanan dan keamanan Indonesia melakukan peninjauan langsung ke lokasi operasional PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Selasa 7 April 2026
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas penyitaan aset oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara (Satgas PKH) Halilintar guna memulihkan kekayaan negara.
Rombongan pejabat tinggi mendarat di Airstrip Borneo Tuhup menggunakan empat helikopter.
Hadir dalam peninjauan tersebut Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung RI Prof. Dr. ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. juga Mentri ESDM, Bahlil Lahadalia. Serta Ketua Pelaksana Satgas PKH Febrie Adriansyah dan Juru Bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak bersama rombongan.
Kehadiran para pemegang komando tertinggi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengamankan aset strategis nasional.
Penyitaan PT AKT merupakan bagian dari operasi penertiban aktivitas tambang ilegal. Berdasarkan data Satgas PKH Halilintar, negara menyita sedikitnya 1.699 hektare lahan bukaan tambang.
Selain penyitaan lahan, perusahaan tersebut dikenakan denda administratif senilai Rp4,2 triliun.
Diketahui, PT AKT terindikasi tetap melakukan aktivitas penambangan hingga Desember 2025, meski izin operasionalnya telah dicabut sejak tahun 2017.