FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah menegaskan bahwa perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya mengejar jangkauan wilayah, tetapi juga berfokus pada hasil nyata bagi peningkatan gizi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini menjadi poin utama dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Tenaga Ahli Utama Deputi III KSP, Afsari Puteri Lindsey, menyatakan bahwa pemerintah kini tengah mengurai berbagai tantangan lapangan, mulai dari akurasi data hingga penguatan pengawasan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah terpencil dan kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Mengutamakan Kualitas di Atas Kuantitas
Dalam diskusi bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Lindsey menekankan bahwa mutu pelaksanaan harus berjalan beriringan dengan ekspansi program.
“Intinya ke depan, fokus program MBG selain memperluas jangkauan, juga memastikan Quality over Quantity, mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Serta mengedepankan efek positif MBG, berupa dampak gizi bagi penerima manfaat dan dampak ekonomi bagi rantai ekosistem MBG,” ujar Lindsey dalam pernyataan resminya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsolidasi lintas sektoral antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
