Pernyataan Menteri PU soal Pegawai Generasi Muda Tuai Kritik

Menteri PU, Dody Hanggodo/Scsht Instagram.

Rijadh menegaskan bahwa banyak pegawai muda justru memiliki idealisme tinggi dan keinginan kuat untuk memperbaiki sistem. Ketika mereka disamaratakan dengan label negatif, hal ini dapat menurunkan motivasi serta mencederai rasa keadilan dalam lingkungan kerja.

Ia juga menekankan bahwa perilaku menyimpang dalam organisasi tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk dari sistem dan budaya kerja yang berkembang. Karena itu, kritik seharusnya diarahkan pada pembenahan sistem, bukan pada pelabelan terhadap individu atau kelompok tertentu.

Dalam perspektif kepemimpinan modern, konsep psychological safety menjadi elemen penting. Lingkungan kerja yang aman secara psikologis memungkinkan pegawai untuk berinovasi, menyampaikan gagasan, serta belajar dari kesalahan. Jika kritik disampaikan dengan cara yang merendahkan, ruang tersebut justru akan menyempit dan menghambat proses perbaikan.

Rijadh mengingatkan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak hanya menuntut ketegasan dalam substansi, tetapi juga kehati-hatian dalam cara penyampaian. Ia menilai, jika pernyataan semacam ini terus berlanjut, dampaknya bisa meluas, mulai dari menurunnya moral pegawai hingga melemahnya kinerja organisasi secara keseluruhan.

Karena itu, ia mendorong adanya klarifikasi dari pimpinan kementerian untuk menegaskan bahwa kritik ditujukan pada praktik yang bermasalah, bukan kepada generasi muda secara keseluruhan. Menurutnya, kepercayaan dalam organisasi hanya dapat dibangun melalui tindakan nyata dalam memperbaiki sistem, bukan sekadar pernyataan.[Mut]

Exit mobile version