FAKTANASIONAL.NET — Target besar pemerintah untuk mencapai swasembada pangan nasional dinilai menghadapi risiko besar dan sulit terealisasi.
Ancaman ini mencuat seiring dengan adanya kebijakan pemangkasan anggaran yang sangat signifikan pada sektor pembangunan infrastruktur irigasi.
Sorotan tajam ini datang dari Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Nasdem, Erna Sari Dewi.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya setelah melihat penurunan drastis anggaran sektor sumber daya air (SDA), khususnya alokasi untuk jaringan irigasi, yang merosot hingga 61 persen dalam pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun anggaran mendatang.
“Bagaimana kita bisa menggaungkan swasembada pangan jika anggaran irigasi berkurang sampai 61 persen? Jika irigasi tidak dibangun, bagaimana petani dapat meningkatkan hasil panennya?” kritik Erna kepada wartawan usai menghadiri rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri PU di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Erna menilai, postur rancangan anggaran yang ada saat ini belum menunjukkan arah yang sejalan (in-line) dengan visi-misi prioritas pembangunan nasional.
Sektor pangan yang digaungkan sebagai agenda utama pemerintah justru dinilai kekurangan dukungan finansial di tingkat eksekusi infrastruktur.
Gap Anggaran Capai Rp121 Triliun, Target Luasan Irigasi Anjlok
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, terdapat kesenjangan (gap) yang sangat lebar antara kebutuhan riil kementerian dengan alokasi dana yang disetujui oleh otoritas fiskal:
