-
Kebutuhan Anggaran Kementerian PU: Rp219,81 triliun
-
Pagu Indikatif yang Dialokasikan: Rp98,47 triliun (Hanya memenuhi 44,8% dari total kebutuhan)
Defisit anggaran yang masif ini langsung memukul berbagai program strategis nasional. Dampak paling nyata terlihat pada kemerosotan target pembangunan fisik jaringan irigasi. Dari rancangan awal yang ditargetkan mampu mengairi sekitar 12.000 hektare lahan pertanian baru, kini sisa anggarannya diproyeksikan hanya mampu menjangkau sekitar 411 hektare saja.
DPR Desak Pemerintah Tata Ulang Prioritas
Melihat kondisi yang timpang ini, Erna mendesak pemerintah pusat dan jajaran manajemen Kementerian PU untuk segera melakukan kalkulasi ulang dan menata kembali skala prioritas pengalokasian anggaran.
Politisi Nasdem ini menekankan pentingnya mendahulukan program-program yang memiliki dampak instan (direct impact) terhadap produktivitas rakyat kecil serta mampu mengamankan target strategis negara.
“Kita harus memilih program yang benar-benar strategis dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Jangan sampai program yang langsung menyentuh masyarakat justru terabaikan,” pungkas Erna secara tegas.
Baca Juga: Swasembada Pangan Sebagai Benteng Kedaulatan di Tengah Konflik Global
