FAKTANASIONAL.NET – Ketersediaan bahan baku industri plastik global kini tengah berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.
Merespons situasi kritis ini, pemerintah Indonesia mulai bergerak cepat mencari sumber alternatif pasokan nafta dari berbagai penjuru dunia demi menyelamatkan roda industri manufaktur domestik.
Langkah strategis ini menjadi prioritas utama agar rantai produksi tidak terputus di tengah tingginya permintaan pasar yang terus melonjak tajam.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, dalam keterangannya di kawasan Senayan pada Rabu, 8 April 2026, membeberkan akar permasalahan yang sebenarnya.
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi pelaku industri saat ini bukanlah lonjakan harga komoditas, melainkan langkanya ketersediaan barang di pasar global, dilansir dari RMOL.
Untuk mengatasi kelangkaan tersebut, pemerintah terpaksa membuka opsi impor dari wilayah yang tidak biasa. Pasokan nafta kini mulai dibidik dari berbagai kawasan strategis, mulai dari negara-negara di benua Afrika, Tiongkok, hingga Amerika Serikat.
