Lalu, bagaimana cara cerdas menghadapi kritik? Pertama, pisahkan antara emosi dan substansi. Jangan ambil pusing nada bicaranya, tapi fokuslah pada isi pesannya.
Jika masuk akal, gunakan sebagai bahan evaluasi. Jika tidak, abaikan saja tanpa perlu marah. Anggaplah kritik tajam sebagai mentor gratis yang sedang melatih mentalmu.
Orang-orang hebat di luar sana tidak lahir dari pujian yang manis, melainkan dari hantaman kritik yang mereka olah menjadi bahan bakar untuk terus berinovasi dan membuktikan kapasitas diri.
Maka, turunkan ego sejenak. Berhenti bersikap defensif saat diberi saran. Jadikan setiap masukan sebagai cermin untuk melihat apa yang masih kurang, lalu segera perbaiki.
Proses bertumbuh itu memang kadang terasa tidak nyaman, tetapi dampaknya akan jauh lebih menyakitkan jika kamu terus terjebak di tempat yang sama hanya karena terlalu gengsi untuk mendengarkan evaluasi.[dit]
