Dukungan Danantara dan Pembangunan Pabrik
Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hantoro, menyatakan kesiapan infrastruktur untuk mendukung target tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa pencapaian B40 saat ini sudah mampu menekan angka impor solar secara signifikan.
“Sudah B50 sudah oke, sekarang etanol. Yang sekarang B40 sudah terpenuhi. Dan dengan B40 sekarang sebetulnya kita sudah nggak impor solar. Nanti kalau B50 kita bahkan ekspor solar,” ujar Setyanto.
Untuk mengejar target E20, pembangunan fasilitas produksi etanol di Jawa Timur dan wilayah lainnya terus dipercepat. Setyanto menyebut akan ada enam pabrik secara total yang disiapkan.
“Tadi dengan Pak Mentan sudah sepakat kita akan groundbreaking beberapa. Yang sudah ada sekarang baru satu pabrik, yang kedua sudah di groundbreaking di Jawa Timur, kemudian menyusul empat lagi, jadi totalnya enam. Itu untuk memenuhi E20 nantinya,” tambahnya.
Hilirisasi Gambir dan Fondasi Swasembada Pangan
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula mengenai hilirisasi komoditas unggulan seperti gambir di Sumatera Barat dengan melibatkan PTPN sebagai motor penggerak.
Mentan Amran meminta doa restu agar proses groundbreaking fasilitas hilirisasi tersebut dapat segera terlaksana.
Menutup keterangannya, Mentan Amran menegaskan bahwa kesuksesan agenda bioenergi ini didorong oleh fondasi pangan yang sudah kuat. Menurutnya, stok beras nasional saat ini berada pada posisi yang sangat aman.
“Sekarang ini kita sudah tunaikan satu, pangan, sudah jadi kenyataan. Target 4 tahun swasembada, alhamdulillah 1 tahun jadi kenyataan. Hari ini stok beras kita 4,7 juta ton. Itu tertinggi sepanjang sejarah,” pungkasnya.
