Update Situasi dan Evakuasi Bencana Nasional Hari Ini 21 April 2026

Kondisi rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang yang melanda wilayah Desa Kakeri, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (20/4). Sumber foto : BPBD Kabupaten Lombok Barat

Desa terdampak antara lain Desa Cintamanik Kecamatan Kecamatan Cigudeg, Desa Cinangka Kecamatan Ciampea, Desa Pagersari Kecamatan Jasinga, Desa Sukadamai Kecamatan Dramaga, Desa Pasir Angin Kecamatan Megamendung, Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang, Desa Ciawi Kecamatan Ciawi, Desa Cemplang Kecamatan Cibungbulang, Desa Cimanggis Kecamatan Bojong Gede, dan Desa Ciomas, Sukamakmur, Pagelaran di Kecamatan Ciomas.

Berdasarkan hasil kajicepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Bogor, 16 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi antara lain; tiga unit rusak ringan, sembilan unit rusak sedang dan empat unit rusak berat. Peristiwa ini juga membuat 28 warga Desa Cijayanti dan 3 warga Desa Cemplang mengungsi ke tempat lebih aman. Selain itu lima akses jalan dan satu unit jembatan juga terdampak kejadian ini.

Sampai saat ini BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan penanganan bersama masyarakat dengan fokus pembersihan material longsor.

Merujuk perkiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk dua hari ke depan hampir di seluruh wilayah di Indonesia masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BNPB mengimbau dengan masih sering terjadinya bencana hidrometeorologi basah dan adanya potensi curah hujan tinggi dalam dua hari ke depan. Diharapkan seluruh pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah yang mungkin terjadi.

Sebagai langkah antisipasi dari dampak angin kencang, warga diimbau memperkuat atap rumah dan tetap berada di dalam rumah ketika ada tanda-tanda yang merujuk dengan perubahan kondisi cuaca. Bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diharapkan senantiasa melakukan pengecekan kondisi tanggul dan aliran sungai untuk mengantisipasi potensi meluapnya debit air.

Di samping itu, bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk rutin memperhatikan kondisi lereng ataupun tebing di sekitar rumahnya, jika terdapat retakan harap melaporkan kepada petugas yang berwenang untuk dilakukan penanganan.

Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Exit mobile version