Kesaksian Tetangga: Tertutup dan Misterius
Meskipun terletak di area strategis, aktivitas di dalam guest house tersebut sangat tertutup sehingga tidak mencurigakan warga sekitar.
Seorang tetangga perempuan yang tinggal tepat di seberang lokasi mengaku hanya melihat aktivitas pembersihan rutin.
“Ada yang pulang pergi gitu aja. Orang Indonesia yang pulang pergi yang kayak cuci-cuci sprei,” ujarnya saat ditemui pada Selasa sore.
Ia juga menambahkan bahwa gedung tersebut dikelola secara eksklusif. Bahkan, ketika ia mencoba menyewa kamar untuk orang tuanya, pihak pengelola menolak permintaan tersebut.
Senada dengan itu, Ahmad, warga lainnya yang tinggal di dekat lokasi, mengaku terkejut dengan kedatangan polisi dalam jumlah banyak.
“Semalam saya kaget kok banyak orang, ada polisi datang. Tetangga-tetangga juga enggak ada yang tahu karena memang tertutup sekali pintunya. Begitu ada orang masuk, langsung ditutup lagi,” tutur Ahmad.
Pendalaman Kasus dan Koordinasi Imigrasi
Saat ini, kepolisian bersama Ditreskrimum dan Ditsiber Polda Bali tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap 27 orang yang diamankan.
Polisi juga menemukan fakta bahwa beberapa WNA asal Filipina dan Kenya tidak memiliki dokumen paspor yang sah.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Imigrasi Bali untuk memeriksa status keimigrasian para WNA tersebut, sembari mendalami dalang di balik jaringan scam yang menyewa gedung milik warga lokal itu.
