“Kita punya kompleksitas risiko, kita punya laboratorium alam terbesar, kita punya kebutuhan riil yang tidak pernah bisa ditunda, dan dalam dunia inovasi, kebutuhan yang mendesak adalah bahan bakar paling kuat bagi lahirnya teknologi,” tambah Wamen Bappenas.
Menuju Indonesia Emas 2045
Pemerintah Pusat melalui Bappenas berkomitmen memastikan isu kebencanaan tidak lagi dianggap sebagai urusan darurat sesaat, melainkan bagian integral dari perencanaan pembangunan nasional.
Hilirisasi inovasi kebencanaan dipandang sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi baru dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Febrian meyakini, dengan ekosistem yang tepat, Indonesia mampu mengambil peran sebagai provider teknologi global yang kompetitif di pasar internasional.
“Ini adalah bagian dari transformasi besar menuju Indonesia emas 2045. Kebencanaan harus menjadi inti dari pembangunan bukan sekedar respons darurat tetapi juga terintegrasi dalam perencanaan Pembangunan nasional di tingkat pusat sampai ke daerah, inovasi harus menjadi mesin industri, dan negara harus hadir secara nyata untuk membentuk ekosistem,” pungkasnya.
