Kinerja APBN Maret 2026
Di sisi lain, potret belanja negara secara umum hingga akhir Maret 2026 telah menyentuh angka Rp815 triliun.
Jumlah ini tumbuh impresif sebesar 31,4 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp620,3 triliun.
Untuk menopang belanja tersebut, penerimaan negara tercatat terkumpul sebesar Rp574,9 triliun hingga akhir Maret.
Sektor perpajakan masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi mencapai Rp462,7 triliun, atau tumbuh 14,3 persen dibandingkan perolehan Maret tahun lalu.
Defisit Anggaran Terkendali
Dengan postur belanja yang lebih besar dibandingkan penerimaan, defisit anggaran hingga Maret 2026 tercatat berada di angka Rp240,1 triliun.
Defisit ini setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang menunjukkan posisi fiskal pemerintah masih dalam batas aman dan terkendali.
Pemerintah diprediksi akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap efektivitas belanja MBG guna memastikan target pemenuhan gizi nasional tercapai tanpa mengganggu stabilitas makroekonomi jangka panjang.
