Energi Dunia Bermasalah karena Ulah Ceroboh AS-Israel

Perang Iran Vs Israel-AS/scsht Instagram.

SECARA de facto, gencatan senjata Iran dan AS saat ini sudah tidak berlaku. Kondisi perang saat ini beku tapi tegang, bisa pecah perang besar lagi kapan saja.

Iran kemarin menyerang kapal perang AS di selat Hormuz yang sedang melaksanakan operasi Freedom Project, yang diperintahkan oleh Trump. Iran sekaligus menyerang kapal Korsel yang juga melintas tanpa izin.

Kemudian sore nya, Iran menyerang kilang minyak di UAE, ini kilang minyak terakhir UAE yang menjadi titik ekspor minyak mereka saat ini. Diserang karena jadi pusat kerjasama energi UAE dan AS saat ini ditengah blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran.

Jika kita melihat krisis energi saat ini secara global, persoalan utama bukan hanya terletak pada blokade Selat Hormuz oleh Iran.

Tapi faktor lainnya adalah, tingkah Israel dan AS yang dalam perang kemarin secara ceroboh menargetkan kilang minyak Iran tanpa alasan.

AS dan Israel lah yang awalnya memulai menyerang infrastruktur sipil dan kilang minyak Iran. Saat perang berlangsung dua pekan, Israel mengebom kilang minyak terbesar Iran Fars Gas Field.

Setelah penyerangan ini, Iran kemudian membalas dengan menyerang seluruh kilang minyak dan gas negara teluk yang berbisnis dengan AS.

Termasuk ladang minyak terbesar dunia dia Qatar, Ras Lafan. Kemudian dilanjutkan ke kilang minyak Bahrain Bapco, dilanjutkan ke arah Saudi dll.

Siapa yang memulai pertama kali menyerang kilang minyak sipil? Israel dan AS. Siapa yang menanggung akibatnya? Saat ini Seluruh dunia menanggung akibatnya.

Siapa yang harus disalahkan dari mahalnya energi global saat ini? Israel dan AS. Bukan Iran. Iran sudah berulang kali mengingatkan AS dan Israel agar tidak menargetkan kilang minyak dan insfratruktur sipil. Tapi mereka arogan dan keras kepala.

Siapa yang menanggung kenaikan harga energi global saat ini akibat ulah Israel dan AS dimasa perang kemarin? Seluruh dunia saat ini kena dampak, tapi banyak pemimpin dunia yang bodoh yang menuntut Iran bukan Israel dan AS.

Exit mobile version