FAKTANASIONAL.NET – Insiden tragis di Bekasi membuka sisi kelam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seorang pedagang tahu crispy yang tengah mencari nafkah tewas mengenaskan usai tertabrak kendaraan operasional dapur MBG. Korban meninggalkan seorang istri dan balita, memicu sorotan tajam terkait standar keamanan distribusi logistik nasional ini.
Berdasarkan kritik tajam yang dilontarkan oleh Hamdi Putra dari Forum Sipil Bersuara (FORSIBER), kecelakaan maut ini bukanlah sekadar insiden lalu lintas biasa.
Peristiwa tersebut menjadi alarm bahaya atas ekspansi program pemerintah yang dinilai lebih mengutamakan pencapaian target politik dibandingkan jaminan keselamatan publik.
Kematian warga sipil ini menciptakan kontradiksi moral yang masif. Program yang dikampanyekan sebagai wujud kepedulian negara untuk pemenuhan gizi rakyat justru merenggut nyawa rakyat kecil.
Menurut catatan FORSIBER, tragedi Bekasi memperburuk rekam jejak MBG yang sebelumnya juga diwarnai kasus keracunan makanan di berbagai daerah.
