Fakta Nasional

Loket Pembayaran PDAM Tirta Khatulistiwa Tutup 16 Juni, Pelanggan Diarahkan Bayar Online

PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET - Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mengumumkan penutupan sementara Loket Pembayaran Rekening Air dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Loket akan tutup pada Selasa, 16 Juni 2026, dan kembali berope…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Natash Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 15 May 2026 📖 1 menit
Loket Pembayaran PDAM Tirta Khatulistiwa Tutup 16 Juni, Pelanggan Diarahkan Bayar Online
Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak mengumumkan penutupan loket pembayaran rekening air pada Selasa, 16 Juni 2026, dalam rangka Tahun Baru Islam 1448 H. Pelanggan tetap bisa membayar via PPOB, mobile banking, e-wallet, dan QRIS. (Dok. HO/Faktanasional)

PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET - Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mengumumkan penutupan sementara Loket Pembayaran Rekening Air dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Loket akan tutup pada Selasa, 16 Juni 2026, dan kembali beroperasi normal pada Rabu, 17 Juni 2026.

Meski loket fisik tutup, perusahaan menegaskan pelanggan tetap dapat melakukan pembayaran rekening air tanpa kendala melalui berbagai kanal pembayaran digital yang telah bekerja sama dengan Perumda Tirta Khatulistiwa.

Banyak Pilihan Pembayaran Online

Pelanggan dapat memanfaatkan layanan PPOB, mobile banking, marketplace, e-wallet, QRIS Dinamis, hingga mitra pembayaran lainnya untuk menyelesaikan tagihan rekening air selama periode penutupan loket. Opsi ini diharapkan memudahkan pelanggan agar tidak perlu menunggu loket dibuka kembali untuk membayar tepat waktu.

Pihak Perumda Tirta Khatulistiwa menyampaikan terima kasih atas pemahaman dan kerja sama seluruh pelanggan, sekaligus menyampaikan ucapan selamat memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

(*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK